Review Film: Passengers (Perfect Illusion) 2016

Di Bioskop, Film 700 views

Review Film Passengers 2016 – Film bergenre Sci-fi ini berhasil menarik perhatian publik. Film yang didirektori oleh Morten Tylum ini berhasil membuat penonton tidak kecewa.


Judul Film: Passengers 
Rilis: 2016
Genre: Action, Drama, Sci-fi
Director: Morten Tydlum
Runtime: 120 Minutes
Casts: Jennifer Lawrence, Chris Pratt, Michael Sheen, Laurence Fishburne, Andy García

passenger-2016

Untuk para pria, ayo sesekali hadiri acara peragaan busana. Datang ke sebuah fashion week, atau mungkin yang mudah kita tonton saluran Fashion TV. Untuk wanita, cukup pandangi sampul majalah Men’s Fitnessuntuk memuaskan mata kalian. Cukup menyegarkan, bukan? Atau mungkin Kawan Kutu pernah mengagumi seseorang? Membawanya ke dalam mimpi, menyangkutkannya di dalam angan, dan mematoknya sebagai sebuah tujuan? Tetapi pastinya tidak selalu harapan seindah kenyataan bukan?

Kala kita tertarik akan hal yang kita lihat, entah itu sesuatu atau seseorang, saat itu otak kita yang bekerja. Baru ketika kita mengenalnya, berjalan bersamanya, dan mendalami kepribadiannya, saat itulah hati kita bisa memutuskan ke arah mana ketertarikan tersebut akan bermuara. Apakah the show will go on, atau semuanya berakhir sebagai perfect illusion? Hanya sedap di rupa namun tidak nyaman di rasa?

Durasi 120 menit kemudian mempertemukan saya dengan muara tersebut untuk film Passenger, yang sayangnya hanyalah sebuah perfect illusion. Mengapa demikian? Tentunya kita tidak perlu menyangsikan film ini secara kasat mata. Siapa yang berani meragukan kelas dari seorang Chris Pratt dan Jennifer Lawrence  juga Michael Sheen serta Lawrence Fishburne sebagai pemeran pendukung? Premis yang unik, visual yang nyaris sempurna, perbedaan yang begitu tipis antara animasi dan realita, serta scoring musik yang cukup memanjakan telinga turut mendampingi film ini dalam meyakinkan penontonnya.

Tapi kemudian seiring waktu berjalan, film ini seolah “didoakan” oleh salah satu dialog mereka sendiri, “We are trapped in a sinking ship.” Setelah menit demi menit berlalu, ceritanya semakin tenggelam. Tempo cerita yang berjalan lambat justru kelewat batas dan akhirnya kehilangan arah dan menjadi bertele-tele. Konflik yang ada dalam cerita terlalu cheesy dan kemudian konflik utamanya terkesan dipaksakan. Cerita yang disusun pun terlalu banyak memiliki flaws serta lubang dalam plotnya. Konklusi akan konflik yang dihadirkan terkesan dijejalkan untuk memberikan ending yang (paling tidak) dapat diterima oleh pasar.

Bila Kawan Kutu membayar 30-100 ribu untuk melihat visual mewah dan kemesraan J-Law dan Chris Pratt, silahkan tonton film ini, jangan lupa tonton yang 3D. Saya tidak akan membahas chemistry dari akting Jennifer Lawrence dan Chris Pratt, karena mereka benar-benar berada dalam suatu harmoni yang dapat dinikmati. Namun apabila Kawan Kutu datang untuk menikmati sebuah film dengan cerita yang solid, sayangnya harmoni mereka tidak cukup untuk menutupi rusaknya “kapal besar” yang mereka tumpangi. Dalam hal ini, kapal besar bukan hanya kapal Avalon, nama kapal mereka dalam film, tetapi juga film Passengers. “Kapal besar” yang memuat milyaran imajinasi liar, tetapi hanya memiliki nyali recehan untuk mengaplikasikan seluruhnya, yang kemudian hanya menghasilkan sebuah ilusi yang sempurna.

loading...

Kata kunci terkait:

  • kelebihan dan kekurangan film passengers

Tags: #film #Review

author
Penulis: 
Maniac review motor, mobil, film, dan gadget. Silakan nilai review dari kami dan berikan pendapat dengan komentar.
Kualitas Film HDTV Bagus Gak Sih?
Kualitas Film HDTV Bagus Gak Sih?
kualitas HDTV – Bagus tidaknya film tergantung
Review Film: Cek Toko Sebelah
Review Film: Cek Toko Sebelah
Review Film Cek Toko Sebelah – Film
Review Film: Hangout
Review Film: Hangout
Review Film Hangout – Film yang dimainkan sekaligus
Review Film: Ouija 2 (Origin of Evil) 2016
Review Film: Ouija 2 (Origin of Evil) 2016
Sudah lama tak me-review film, bagi kalian

Tinggalkan pesan "Review Film: Passengers (Perfect Illusion) 2016"

Baca Juga×

Top